Ikuti SE Pemko, POBSI Pekanbaru Pastikan Seluruh Rumah Biliar Tutup Saat Ramadan
Pekanbaru, Dutapekerjaindonesia.com – Terkait operasional rumah biliar (RB) di Kota Pekanbaru selama bulan suci Ramadan, Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kota Pekanbaru menegaskan tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk membuka usaha tersebut.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Pekanbaru, Supriyanto di sela kegiatan buka bersama dengan pengurus, owner rumah biliar, atlet biliar, serta tamu undangan lainnya, Kamis (26/2/2026), di Sarvena Cafe Pekanbaru.
Menurut Supriyanto, sikap tersebut sejalan dengan Surat Edaran (SE) Pemerintah Kota Pekanbaru terkait pedoman aktivitas selama bulan suci Ramadan 1447 H.
Dalam edaran tersebut, arena biliar termasuk dalam kategori yang harus tutup selama Ramadan guna menjaga suasana kondusif, menghormati, memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah.
“Jadi, kita tidak ada mengeluarkan surat rekomendasi untuk biliar bisa tetap buka selama Ramadan,” tegasnya.
Ia menjelaskan sebelum SE tersebut diterbitkan, POBSI Pekanbaru sempat mengajukan permohonan kepada Wali Kota Pekanbaru melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar diberikan dispensasi atau pertimbangan bagi operasional biliar selama Ramadan.
Permohonan tersebut didasari pada perkembangan olahraga biliar yang kini telah masuk kategori olahraga prestasi, telah banyak melahirkan atlet mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional.
Dalam pengajuan itu, POBSI juga menegaskan bahwa operasional biliar yang dimaksud tetap mengikuti aturan ketat, tanpa adanya penjualan minuman beralkohol, tanpa hiburan musik, jam operasional yang disesuaikan dengan ketentuan perizinan.
Namun demikian, permohonan tersebut tidak mendapatkan persetujuan dari Pemko Pekanbaru hingga akhirnya SE resmi diterbitkan.
“Maka dari itu, POBSI Pekanbaru juga tidak memberikan rekomendasi operasional. Semua pihak harus mengikuti aturan sesuai SE tersebut,” jelas Supriyanto.
Lebih lanjut, ia mengaku sedikit menyayangkan tidak disetujuinya permohonan tersebut, karena POBSI tidak menerima penjelasan atau alasan secara tertulis dari pemerintah terkait penolakan itu.
Meski begitu, pihaknya tetap menghormati keputusan yang telah ditetapkan dan berharap hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan ke depan.
“Kami juga memohon maaf kepada para pemilik rumah biliar karena belum bisa mengakomodir hal ini. Kami memahami bahwa salah satu pertimbangan pemerintah juga terkait perizinan yang masih dikategorikan sebagai usaha hiburan,” ujarnya.
Supriyanto menambahkan ke depan diharapkan Pemko Pekanbaru dapat mempertimbangkan perkembangan olahraga biliar yang kini telah mendunia dan memberikan banyak prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga menegaskan bahwa olahraga biliar saat ini tidak lagi identik dengan kegiatan negatif, melainkan sebagai cabang olahraga yang profesional dan berprestasi.
“Kami berharap ini bisa menjadi bahan pertimbangan ke depan, tentu dengan tetap mengedepankan aturan serta menghormati pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan,” tutupnya. (red)









Tulis Komentar