Pangdam XIX/TT Pimpin Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026, Tegaskan Komitmen TNI Taat Hukum

Pangdam XIX/TT Pimpin Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026, Tegaskan Komitmen TNI Taat Hukum

Pekanbaru, Dutapekerjaindonesia.com – Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, SAP., M.M., CHRMP., memimpin Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Tahun Anggaran 2026, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan Lapangan Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Jalan Mayor Ali Rasyid, Kelurahan Kota Tinggi, Kecamatan Pekanbaru Kota.

Upacara yang mengusung tema “TNI Prima, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju” tersebut berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen penegakan disiplin dan kepatuhan hukum di lingkungan TNI.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Riau serta pejabat TNI-Polri dan instansi terkait, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, jajaran Polda Riau, Lanud Roesmin Nurjadin, Lanal Dumai, Kejaksaan Tinggi Riau, Kabinda Riau, para pejabat utama Kodam XIX/Tuanku Tambusai, serta para Dandim jajaran Korem 031/Wira Bima.

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, ditegaskan bahwa Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi merupakan program berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan disiplin, kepatuhan hukum serta profesionalisme prajurit dan PNS TNI.

Operasi ini, lanjutnya, harus dilaksanakan dengan mengedepankan pendekatan edukatif, preventif dan persuasif, tanpa mengesampingkan penegakan hukum yang tegas dan terukur. 

Penegakan aturan tidak semata-mata bersifat represif, tetapi juga menjadi sarana pembinaan agar prajurit semakin sadar hukum dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan.

Pangdam juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas prajurit Polisi Militer dalam menghadapi dinamika perkembangan teknologi informasi. 

Tantangan ke depan tidak hanya menyangkut pelanggaran konvensional, tetapi juga kejahatan siber serta penyalahgunaan media sosial yang berpotensi mencoreng citra institusi.

“Modernisasi sarana dan prasarana teknologi informasi harus terus dioptimalkan guna mendukung proses penanganan perkara secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya dalam amanat tersebut.

Upacara gelar operasi ini diikuti oleh unsur Polisi Militer TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, Propam Polda Riau, satuan jajaran Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kopasgat, Brimob, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta unsur kendaraan dinas roda dua dan roda empat yang disiapkan dalam pelaksanaan operasi.

Gelar pasukan tersebut mencerminkan sinergitas lintas instansi dalam mendukung terciptanya ketertiban dan disiplin, baik di lingkungan militer maupun dalam koordinasi dengan aparat penegak hukum lainnya.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Dengan digelarnya Operasi Gaktib dan Yustisi TA 2026, diharapkan seluruh prajurit dan PNS TNI semakin meningkatkan integritas, profesionalisme, menjadi teladan dalam ketaatan hukum demi menjaga kehormatan institusi dan kedaulatan bangsa. (Pendim 0301)